Tidak ada manusia yang sempurna. Pria, wanita, siapa pun pasti pernah melakukan kesalahan, tapi manusia yang tidak pernah belajar dari kesalahan, mereka akan terjebak dalam kehidupan yang mungkin mereka sendiri tidak memahaminya.
Saya bertemu banyak orang di hidup saya, dan saya belajar banyak dari mereka. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa kritik adalah sesuatu yang menjijikan dan selalu ingin Anda hindari bahkan sebisa mungkin sebelum orang lain mengatakannya kepada Anda. Jika Anda masih berpikiran seperti itu, Anda hanya berusaha untuk terlihat baik di mata orang lain dengan mempertahankan apa yang menurut Anda benar dengan segala upaya, dan itu justru akan menyakiti diri Anda sendiri.
Bertahun-tahun lalu saya juga begitu, jadi Anda memang tidak sendiri. Tapi jangan sampai Anda tertinggal sendiri di sana tanpa sempat menyadarinya.
Berikut ini ada kisah menarik yang dapat Anda renungkan.
Seorang wanita yang tengah bermasalah dengan rumah tangganya sedang ditegur oleh atasannya karena pekerjaannya yang akhir-akhir ini tidak selesai sesuai yang diharapkan.
“Saya tidak peduli apa alasan Anda, tapi pekerjaan yang Anda lakukan ini sama sekali kacau. Anda bahkan tidak menyelesaikannya tepat waktu. Konsepnya tidak matang dan analisis konsumennya pun tidak tepat sasaran. Perusahaan bergantung pada Anda tapi Anda sama sekali tidak bisa diandalkan.”
Kalau itu terjadi pada Anda, kira-kira hal apa yang akan Anda lakukan?
Mayoritas orang akan menjawab seperti berikut.
“Saya mohon maaf, tapi saya sedang ada masalah keluarga yang mengganggu pikiran saya jadi saya tidak fokus dengan pekerjaan saya akhir-akhir ini. Hal ini terjadi di luar rencana, sebelumnya saya tidak seperti ini. Tim kerja saya juga tidak bekerja dengan maksimal jadi saya lebih banyak berpikir sendiri pada pekerjaan ini.”
Ketika menjawab seperti itu yang ada dipikiran Anda adalah atasan Anda tidak menghargai kerja keras yang selama ini Anda lakukan dan kesalahan yang Anda lakukan adalah kesalahan kecil dibanding dengan apa yang telah Anda lakukan untuk perusahaan. Dan setelah keluar dari ruangan atasan, Anda akan kesal dan menyalahkan masalah-masalah yang datang akhir-akhir ini. Ujung-unjungnya mungkin Anda akan menyalahkan pasangan Anda atas kesalahan yang Anda lakukan.
Tapi sebagian orang yang sudah berhasil mencintai kritik tidak menjawab demikian.
“Saya mohon maaf, ini murni kesalahan saya. Saya memang kurang fokus pada pekerjaan ini sehingga saya tidak memikirkan konsepnya dengan matang. Saya menyadari bahwa kesalahan saya ini telah berdampak buruk bagi kondisi perusahaan. Seharusnya saya lebih memaksimalkan kerja tim saya sehingga hal ini bisa saya hindari. Tapi ini pelajaran berarti untuk saya dan saya belajar banyak dari masalah ini. Saya berharap masalah ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.”
Ketika menjawab demikian dengan tulus dan sungguh-sungguh, Anda tidak menyimpan dendam pada atasan karena kritik yang Anda terima. Semua orang punya masalah, tapi jangan jadikan masalah sebagai kambing hitam atas kesalahan yang Anda lakukan sendiri. Semakin Anda berusaha untuk menyangkal kritik, semakin lama Anda menyimpan rasa sakit yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan Anda. Terima risiko dari kesalahan yang Anda lakukan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Sederhana bukan? Tapi saya yakin masih banyak dari kita yang belum bisa mencintai kritik.
Yang sedang menjalin hubungan asmara tentu pernah atau bahkan sering bertengkar, kan?
Ketika sedang bertengkar dengan pasangan cobalah untuk diam sejenak, kosongkan pikiran dan coba ulang kembali ucapan/kritikan dari pasangan Anda. Coba sebisa mungkin dengan hati tenang dan tanpa mencari siapa yang salah. Seringkali apa yang diucapkan pasangan Anda memang benar tapi Anda lebih dulu mengingkari dan membentengi diri Anda. Anda tidak mau menerima kritik dan berada di posisi yang salah di mata pasangan Anda. Terus menerus Anda menyangkal bahwa kesalahan yang Anda lakukan itu semata-mata karena pasangan Anda yang tidak begini lagi atau tidak melakukan ini itu sesuai yang Anda harapkan.
Mencintai kritikan ternyata dapat membuat Anda dicintai oleh orang di sekitar Anda.
Mulailah berusaha untuk mencintai kritik dan tumbuh bersamanya. Berdiri dengan tegak dan katakan dalam hati “seperti inilah saya, silakan lemparkan kritikan Anda untuk membuat saya menjalani hidup lebih baik.”
Cermin hanya menunjukkan siapa diri Anda ketika Anda berdiri dihadapannya. Anda dapat memanfaatkan mata orang di sekeliling Anda sebagai cermin untuk mengetahui siapa diri Anda di mata orang lain.

Jejak Komentar